Normantis Update

Mr.X dan Norman (Part 2) – Penulisan Naskah Televisi

Karya: Norman Adi Satria

Young funny man in glasses writing on typewriter

MR.X DAN NORMAN (PART 2) – PENULISAN NASKAH TELEVISI

Mr. X : (Terlihat sedang ngupil)
Norman : Maaf, menunggu lama, ya? Silakan kopinya, Mr. X. Upilnya mungkin bisa dibuang dulu?

Mr. X : Eh, maaf. Terima kasih, Mas Norman. Saya minum langsung, ya? Haus, hehehe… (Baru minum seteguk langsung dimuntahkan)
Norman : Lho, kok disembur?

Mr. X : Aduh, kopi apa nih, Mas? Pahit banget!
Norman : Husss, sudahlah minum saja! Kehidupan ini lebih pahit dari kopi itu, jadi tak usah banyak mengeluh, Mr. X! Hehehe..

Mr. X : Apa tidak ada gula di rumah, Mas? Mungkin ditambahkan sedikit, bisa lebih nikmat dan manusiawi.
Norman : Itulah masalahnya, Mr. X, di rumah saya sedang kehabisan gula. Maklum, hasil tulisan saya belum dibayar dari kemarin. Hehe..

Mr. X : Ya sudahlah, apa boleh buat. Mari kita lanjutkan perbincangan kita yang tadi sempat terputus. Sebentar, saya buka catatan saya dulu. Emm.. Tadi Mas bilang: untuk membuat tulisan yang bisa “membelai, menina-bobokan, mencium, mencubit, merangsang, menginspirasi, memikat, mempengaruhi, membuat penasaran, menegangkan, dan bahkan menusuk” perlu treatment tersendiri. Coba tolong Mas jelaskan!
Norman : Panjang, Mr. X! Lebih baik Anda menanyakan satu per satu saja, supaya lebih tersusun dan terarah.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,699 other followers

4 Comments on Mr.X dan Norman (Part 2) – Penulisan Naskah Televisi

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Benar. “Dampak” tersebut termasuk di dalam “Goal” atau apa tujuan terakhir yang ingin kita capai dari tulisan yang kita buat. Dan tulisan-tulisan yang tertera di dalam Naskah — khususnya di dalam Program Talk Show — harus mencakup: apa yang akan dilakukan oleh Pembawa Acara; apa yang harus dikatakan Pembawa Acara; apa yang akan ditanyakan Pembawa Acara kepada Narasumber; bagaimana interaksi antar-peran yang ada di panggung; lagu apa yang akan dibawakan untuk mengiringi acara; dan kesemuanya itu tersusun rapi sesuai dengan Susunan Acara/ Program (biasa disebut: Rundown Program).

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Benar. “Dampak” tersebut termasuk di dalam “Goal” atau apa tujuan terakhir yang ingin kita capai dari tulisan yang kita buat. Dan tulisan-tulisan yang tertera di dalam Naskah — khususnya di dalam Program Talk Show — harus mencakup: apa yang akan dilakukan oleh Pembawa Acara; apa yang harus dikatakan Pembawa Acara; apa yang akan ditanyakan Pembawa Acara kepada Narasumber; bagaimana interaksi antar-peran yang ada di panggung; lagu apa yang akan dibawakan untuk mengiringi acara; dan kesemuanya itu tersusun rapi sesuai dengan Susunan Acara/ Program (biasa disebut: Rundown Program).

    Like

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Nah, kata-kata, gerak-gerik, sikap Pembawa Acara, dan keseluruhan dalam rangkaian Susunan Program itulah yang kita atur sedemikian rupa dalam Naskah, sehingga menghasilkan “dampak” yang ingin kita capai. Jadi, tulisan yang tertera dalam Naskah itu bukan hanya untuk dibaca secara pribadi (seperti layaknya membaca Novel), namun juga harus diterapkan ke dalam: gerak-gerik, ekspresi, cara pengucapan, jeda napas, tinggi rendah ucapan, dan sebagainya.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: