Normantis Update

Mr.X dan Norman (Part 1) – Jatuh Cinta Sejak TK Kecil

Karya: Norman Adi Satria

MR.X DAN NORMAN (PART 1)  – JATUH CINTA SEJAK TK KECIL

Mr. X : Norman Adi Satria… Menurut saya ini nama yang cukup bagus.

Norman : Terima kasih. “Mr. X”, menurut saya itu nama yang bagus, tapi kok kebarat-baratan ya? Agak kurang cocok gitu. Hehe.. Pakai Mister segala, kayak wong Londo* (*bule).

Mr. X : Hahaha, bukan gitu, Mas. Ini untuk menjaga kerahasiaan saja.
Norman : Ya..ya..ya.. Baiklah. Bagaimana?

Mr. X : Begini, Mas. Jujur saja saya penasaran tentang seluk beluk kehidupan Mas. Bolehkah saya korek-korek sedikit?
Norman : Boleh. Tapi sebentar, saya nyalakan rokok dulu. Silakan.

Mr. X : Kehidupan Mas Norman di masa kini tentu berkaitan dengan masa lalu, toh?
Norman : Tentu. Langsung saja ke poinnya, Mr. X.

Mr. X : Oh, ternyata Mas tidak suka basa-basi. Baiklah. Bisakah Mas ceritakan sedikit tentang masa lalu Mas, dimulai dari masa kecil yang masih bisa Mas ingat?
Norman : Baik. Saya lahir di sebuah kota pinggir pantai yang bersebelahan dengan Pulau Nusakambangan, yaitu Kota Cilacap. Saya lahir dalam keluarga sederhana, dengan atmosfir kekristenan yang kental. Tapi mungkin pembahasan secara lengkap tentang ini bisa kita bicarakan lain waktu saja. Perjanjian kita tadi hanya mengenai dunia tulis-menulis, toh?

Mr. X : Iya,iya, Mas. Wah, Mas orang Cilacap? Mas “medhok” dong kalo ngomong?
Norman : Dulu sangat “medhok”, karena dalam pergaulan sehari-hari saya berbahasa “Cilacapan” – yang serumpun dengan logat Banyumas dan Tegal. Tapi beruntung, saya bukan seorang pembicara, melainkan seorang penulis. Toh dalam tulisan, medhok / logat saya tidak terlihat. Hahaha..

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

4 Comments on Mr.X dan Norman (Part 1) – Jatuh Cinta Sejak TK Kecil

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Tidak.. Umur segitu saya baru diajarkan merangkai alfabet, A-B-C. Jadi, kekaguman saya terhadap perempuan belum tertuangkan melalui tulisan. Hanya tercermin dalam semangat saya untuk bersekolah. Tapi memang banyak yang bilang saya aneh, masih ingusan saja sudah naksir cewek. Hahaha..

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Mr. X : Iya,iya, Mas. Wah, Mas orang Cilacap? Mas “medhok” dong kalo ngomong?
    Norman : Dulu sangat “medhok”, karena dalam pergaulan sehari-hari saya berbahasa “Cilacapan” – yang serumpun dengan logat Banyumas dan Tegal. Tapi beruntung, saya bukan seorang pembicara, melainkan seorang penulis. Toh dalam tulisan, medhok / logat saya tidak terlihat. Hahaha..

    Like

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Itulah “Tulisan”. Satu kata pun memiliki makna. Jadi untuk apa berpanjang-lebar, toh? Yang penting bermakna dan Anda dapat menangkap maksud saya. Tapi membuat tulisan yang bisa “membelai, menina-bobokan, mencium, mencubit, merangsang, menginspirasi, memikat, mempengaruhi, membuat penasaran, menegangkan, bahkan menusuk”, itu perlu treatment yang berbeda.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: