Normantis Update

Mr. X dan Norman (Part 6) – Apa yang paling diinginkan penulis?

Karya: Norman Adi Satria

MR. X DAN NORMAN (PART 6) – APA YANG PALING DIINGINKAN PENULIS?

Mr. X   : Permisi… Mas…!!! (Melongok di balik pagar rumah)
Norman : Woi, ada tamu jauh nih… Kemana saja Anda ini, baru kelihatan? Silakan masuk. (Membuka pagar)

Mr. X   : Harusnya saya yang tanya Anda kemana saja, Mas! Setiap kali saya kemari selalu tidak ada.
Norman : Jangan suka mengada-ada! Saya selalu di rumah. Tapi memang untuk saat-saat tertentu saya pergi untuk memenuhi panggilan kerja dan kerja panggilan.

Mr. X   : Hahaha.. Tetap tidak berubah ya Anda ini? Bahasa Anda selalu njelimet! Apa lagi coba, memenuhi panggilan kerja dan kerja panggilan?
Norman : Panggilan kerja ya maksudnya saya diundang wawancara kerja karena saya melamar, dan kerja panggilan maksudnya saya kerja sesuai panggilan orang yang membutuhkan kehadiran saya dalam pekerjaan penulisan.

Mr. X  : Lho, lho, lho… Anda melamar kerja??? Anda bilang tidak mau lagi kerja kantoran? Anda bilang mau menulis di rumah saja?
Norman : Awalnya begitu, Mr. X. (Menyalakan rokok)

Mr. X : Lalu? Hahaha, saya tahuuu.. Pasti karena kerja di rumah itu minim pekerjaan, ya? Belum tentu pekerjaan datang tiap hari khan?
Norman : Salah satunya itu. Tapi alasan yang utama bukan itu.

Mr. X  : Lalu apa?
Norman : Saya kesulitan untuk mengubah pola pikir orang-orang di sekitar saya.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

4 Comments on Mr. X dan Norman (Part 6) – Apa yang paling diinginkan penulis?

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Begini Mr. X, mayoritas orang Indonesia itu terbiasa menganggap bekerja, ya, harus di luar rumah — bisa ke rumah majikan, bisa ke kantor, ataupun ke pabrik, dan lain-lain. Karena saya di rumah terus, saya dikira pengangguran… Anda tahu sendiri, pekerjaan saya ini memang sama sekali tidak terlihat bekerja, tidak seperti berjualan atau yang terlihat bentuk fisik usahanya lah… Orang-orang jadi merasa kasihan terhadap istri dan kedua anak saya, padahal tanpa mereka tahu istri dan anak-anak saya masih cukup makan.

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Lho, APRESIASI itu banyak bentuknya, Mr. X. Bisa berbentuk : uang, komentar, pujian, penghargaan , bahkan kritik, dan masih banyak lagi. Ya, seminimal-minimalnya karya tulis itu dibaca lalu direspon. Kalau yang menulis buku, ya bukunya dibeli.. Karena tanpa adanya APRESIASI, tidak mungkin hal-hal yang lebih besar bisa tercapai.

    Like

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Begini Mr. X, mayoritas orang Indonesia itu terbiasa menganggap bekerja, ya, harus di luar rumah — bisa ke rumah majikan, bisa ke kantor, ataupun ke pabrik, dan lain-lain. Karena saya di rumah terus, saya dikira pengangguran… Anda tahu sendiri, pekerjaan saya ini memang sama sekali tidak terlihat bekerja, tidak seperti berjualan atau yang terlihat bentuk fisik usahanya lah… Orang-orang jadi merasa kasihan terhadap istri dan kedua anak saya, padahal tanpa mereka tahu istri dan anak-anak saya masih cukup makan.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: