Normantis Update

Mr.X dan Norman (Part 5) – Aku dan Waria

Karya: Norman Adi Satria

MR. X DAN NORMAN (PART 5) – AKU DAN WARIA

Mr. X : (Menulis judul di buku catatannya : Waria dan Aku)
: Norman : (Mengintip catatan Mr. X) Ciee, ada apa tuh Mr. X dengan Waria..???

Mr. X : Bukan saya yang ada apa dengan waria, Mas, tapi Anda! Ini tema dialog kita pada bagian ke-5.
: Norman : Anda mulai ngawur nih membuat tema! Apa hubungannya saya dengan Waria?

Mr. X : Anda berpikiran jelek terus sih ke saya, Mas. Anda lupa dulu pernah membahas tema Waria dalam Program Talk Show “Buka Rahasia” di B Channel Televisi? Saya nonton, lho! Saya nonton! Jadi, sekarang tolong ceritakan pengalaman Anda sebagai Creative dalam program itu, terutama saat mengangkat tema Waria!
: Norman : Oh, saya kira Anda mau bikin gossip tentang saya. Haha.. Baiklah. Ini memang salah satu pengalaman unik selama saya bertugas menjadi Creative Program “Buka Rahasia” di stasiun televisi tersebut. Perlu saya jelaskan terlebih dahulu, Program “Buka Rahasia” adalah sebuah Program Talk Show berdurasi 60 menit, yang memberikan ruang kepada “Narasumber Bermasalah” untuk membuka rahasia permasalahan hidupnya, lalu akan diberi wejangan oleh beberapa “Pakar” dan “Narasumber yang Telah Keluar Dari Masalah”. Program ini ditayangkan pada tahun 2010 yang lalu, dan saat ini sudah tidak ditayangkan lagi.

Mr. X : Kok tiba-tiba Anda kepikiran untuk mengangkat tema Waria waktu itu? Khan Anda bilang pada program itu harus ada Narasumber yang telah keluar dari masalah, memangnya ada Waria yang sudah kembali menjadi laki-laki normal?
: Norman : Itulah Mr. X, ide ini memang cukup liar. Waktu itu ide ini digelontorkan dalam Rapat Program, dan sempat membuat Tim Riset cukup kalang kabut. Pikiran mereka sama dengan Anda: apakah ada Waria yang sudah “pulih”? Dan tentu ini menjadi tantangan berat bagi Tim Riset untuk mencari Waria-waria yang telah pulih tersebut. Namun karena Produser telah terlanjur menyetujui ide ini, akhirnya mau tidak mau Tim Riset harus mencari.

Mr. X : Lalu ketemu?
: Norman : Ada! Mereka dalam beberapa minggu menemukan sekitar 4 orang Waria yang kabarnya telah pulih. Mereka memberikan kepada saya hasil wawancara dengan para mantan waria tersebut. Tentu, data-data ini harus saya uji dan kaji kembali, dan saya mengajukan diri untuk mewawancarai Waria-waria ini sekali lagi.

Mr. X : Jadi, Anda bertemu dengan waria-waria yang katanya sudah pulih itu?
: Norman : Betul. Salah satu Waria yang ada dalam daftar, saya datangi di rumahnya di daerah Bekasi. Ternyata Waria ini telah benar-benar pulih menjadi laki-laki normal. Sebut saja namanya Dono (saat belum pulih : Dona), usianya 43 tahun. Dono telah menikah dan dikaruniai 2 orang anak.

Mr. X : Menarik, nih! Pertanyaan apa saja yang Anda ajukan saat itu?
: Norman : Tentu sebelum masuk dalam sesi wawancara, saya basa-basi dulu dong, dan memastikan apakah benar dulu dia waria. Baru setelah itu saya mulai mengajukan pertanyaan, begini : “Mas Don, dari tadi saya mengamati wajah Anda di foto-foto keluarga, saya melihat ada keceriaan. Lalu saya melihat ke mata Mas Don, ternyata menggambarkan kebahagiaan. Apakah keceriaan dan kebahagiaan ini juga Anda rasakan saat menjadi , maaf, Waria?”

Mr. X : Wuih, lihai juga Anda merangkai pertanyaan wawancaranya? Lalu apa jawab Mas Dono?
: Norman : Dono menjawab, “Wah, tentu beda, Mas. Dulu saya malah selalu sedih dan murung, tapi karena tuntutan profesi, hihi, mangkal, ya saya harus selalu pasang muka ceria dan menggoda.” Saya tanya lagi, “Apa yang membuat Anda dulu selalu sedih?” Dono menjawab, “Banyak penyebab, Mas : dikejar-kejar petugas, kadang ada pelanggan yang mau enak tapi nggak mau bayar, dan tentu saya menjadi bahan olok-olok masyarakat.”

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,710 other followers

4 Comments on Mr.X dan Norman (Part 5) – Aku dan Waria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Dono sejak kecil selalu diperlakukan sebagai seorang perempuan oleh keluarganya. Sejak kecil dia sering didandani, dipakaikan rok, dan diberi mainan dan perlengkapan-perlengkapan yang berbau perempuan. Akhirnya ketika remaja, dia menganggap dirinya adalah seorang perempuan. Itulah awal mula dia menjadi Waria. Dan dia mulai terjun menjadi WTS (Waria Tuna Susila) sejak umur 19 tahun, yaitu 5 bulan setelah dia memutuskan hijrah dari Magelang menuju Jakarta. Anda tentu tahu kehidupan Jakarta itu keras, dan hingga saat ini saya rasa belum ada perusahaan yang mau menerima pekerja seorang Waria, kecuali di dunia hiburan, salon, dan yayasan/ perkumpulan khusus Waria. Karena dia seorang perantau dan tidak memiliki keahlian apa-apa, ya, terpaksa dia terjun ke jalanan dan menjadi penjaja seks demi melanjutkan hidup.

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Ada! Mereka dalam beberapa minggu menemukan sekitar 4 orang Waria yang kabarnya telah pulih. Mereka memberikan kepada saya hasil wawancara dengan para mantan waria tersebut. Tentu, data-data ini harus saya uji dan kaji kembali, dan saya mengajukan diri untuk mewawancarai Waria-waria ini sekali lagi.

    Like

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Dosa dan penghakiman untuk dosa itu seharusnya urusan Tuhan, Mr. X. Sayangnya, banyak manusia yang merasa berhak untuk menghakimi sesamanya, padahal itu mutlak hak milik Tuhan.

    Like

  4. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: