Iklan
Normantis Update

Tuhan dan Setan dalam Banjir – Puisi Norman Adi Satria

Tuhan dan Setan dalam Banjir - Puisi Norman Adi Satria

TUHAN DAN SETAN DALAM BANJIR
Karya: Norman Adi Satria

Tuhan tidak sengaja membuat banjir
Ini bukan lagi zaman Nuh
Dia hanya menurunkan hujan
Yang sedikit lebih deras saja

Ingat lagi,
Kita yang bertahun-tahun menuruti bisikan setan
Untuk buang sampah sembarangan
Untuk malas bersih-bersih selokan
Untuk terus menebang hutan
Untuk malas menanam tumbuhan
Untuk terus membuat bangunan
Untuk mengembangkan pengetahuan
tanpa peduli lingkungan

Saat banjir,
Setan tertawa senang lihat kesengsaraan
Tapi tiba-tiba menangis bombay
Karena semakin banyak yang tiba-tiba tobat
Ujug-ujug sembahyang
Gemruduk saling bantu tanpa pandang suku
Blusukan beri bantuan kepada korban

Setan putar otak
Dia tak cengeng dan tak gampang menyerah
Dia bisiki lagi ke telinga orang
Ah, paling ada niat lain di balik bantuan
Ah, paling pada mau cari muka jelang pemilihan
Ah, paling nanti bantuannya diselewengkan
Ah, ini pasti dosa Si Anu dan Itu
Ah, macam-macam

Kini setan juga memandang sinis ke saya
Karena membuat sajak tentang aibnya
Ah, tak apa

Bekasi, 18 Januari 2013
Norman Adi Satria

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.156 pengikut lainnya

4 Comments on Tuhan dan Setan dalam Banjir – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Ingat lagi,
    Kita yang bertahun-tahun menuruti bisikan setan
    Untuk buang sampah sembarangan
    Untuk malas bersih-bersih selokan
    Untuk terus menebang hutan
    Untuk malas menanam tumbuhan
    Untuk terus membuat bangunan
    Untuk mengembangkan pengetahuan
    tanpa peduli lingkungan

    Suka

  2. Reblogged this on nontonpuisi and commented:

    Setan putar otak
    Dia tak cengeng dan tak gampang menyerah
    Dia bisiki lagi ke telinga orang
    Ah, paling ada niat lain di balik bantuan
    Ah, paling pada mau cari muka jelang pemilihan
    Ah, paling nanti bantuannya diselewengkan
    Ah, ini pasti dosa Si Anu dan Itu
    Ah, macam-macam

    Suka

  3. Reblogged this on Puisi Asmara Cinta and commented:

    Saat banjir,
    Setan tertawa senang lihat kesengsaraan
    Tapi tiba-tiba menangis bombay
    Karena semakin banyak yang tiba-tiba tobat
    Ujug-ujug sembahyang
    Gemruduk saling bantu tanpa pandang suku
    Blusukan beri bantuan kepada korban

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: