Iklan
Normantis Update

Renungan Tahun Baru: Soal Mundur dan Maju – Norman Adi Satria

RENUNGAN TAHUN BARU: SOAL MUNDUR DAN MAJU
Oleh: Norman Adi Satria

“Jangan mundur! Kau harus fokus terus untuk maju!” kata seorang bapak menasehati anaknya usai doa bersama di tahun baru 2013. Kata “maju” tentu akan banyak kita baca dan dengar juga di berbagai media cetak dan elektronik, untuk lebih dijadikan pilihan ketimbang mundur.

Mundur dan maju toh hanya soal melangkah. Tapi orang-orang terlanjur menganggap maju sebagai yang lebih baik, karena mata kita berada di depan. Mungkin mereka lupa pada keindahan tari Moonwalk milik Michael Jackson yang berjalan mundur. Berkat tarian itu Michael Jackson melegenda, selain karena karya-karya musiknya.

Dan lucunya, untuk melangkah maju, khususnya menuju kehidupan di tahun baru, banyak orang mundur ke hal yang selama ini dibilang kuno dan ketinggalan zaman, bahasa kerennya tidak lagi rasional. Apa itu? Ramalan. Hayo mengaku saja, yang barusan atau baru mau membuka atau mencari-cari ramalan peruntungan lewat shio, weton, zodiak, garis tangan, garis kaki, atau garis-garis yang lain. Kira-kira yang Shio babi, berweton Kliwon, berzodiak Gemini, bergaris tangan tebal, dan beralis mata tipis punya nasib seperti apa? Jawabannya tentu saja mengawang-awang, kabur, tidak terang benderang, seolah-olah mengandung misteri.

Benar, masa depan selalu mengandung misteri. Misteri yang akan datang digabung dengan misteri masa lalu yang belum terpecahkan dan tentu saja masih bikin penasaran. Lalu apa hubungannya dengan melangkah maju atau mundur? Menurut saya pribadi soal melangkah maju atau mundur itu hanya soal gaya saja jika tujuan kita tetap sama, yaitu masa depan. Mengapa hanya soal gaya? Ya iyalah, (raga) kita tidak bisa melangkah mundur ke masa lalu sebelum tercipta mesin waktu, yang mungkin saja hanya ulasan fiksi ilmiah yang masih jauh dari realitas. Benar tebakan Anda yang dari tadi menebak-nebak, secara riil kita hanya bisa menuju masa lalu menggunakan sebuah dimensi pemikiran yang kita sebut kenangan, mengenang.

Mengenang masa lalu apakah tidak boleh? Boleh-boleh saja, toh belum ada fatwa dari instansi tertentu yang mengharamkannya. Dan kalau sampai ada yang mengharamkan, itu sudah menyalahi HAM, Hak Asasi Mengenang. Hehehe. Ya, intinya, letakkanlah kenangan sebagai kenangan, dan kenyataan masa kini sebagai kenyataan. Jadi untuk melangkah ke depan toh sah-sah saja menggunakan cara jalan mundur, karena tujuan kita sama, yaitu ke depan. Mungkin saja itu bisa menjadi alternatif bagi orang yang selama ini memasang muka dan pandangan ke depan tapi sama sekali tidak mau melangkah, berdiri saja di titik yang sama. Intinya melangkah, khan? Kalau soal nanti jatuh dan tertabrak atau menabrak, ya jangan salahkan saya, wong saya cuma berpendapat. Hehe.


Bekasi, 1 Januari 2013. Pukul 02.00 WIB
Norman Adi Satria

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.156 pengikut lainnya

2 Comments on Renungan Tahun Baru: Soal Mundur dan Maju – Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Mengenang masa lalu apakah tidak boleh? Boleh-boleh saja, toh belum ada fatwa dari instansi tertentu yang mengharamkannya. Dan kalau sampai ada yang mengharamkan, itu sudah menyalahi HAM, Hak Asasi Mengenang. Hehehe. Ya, intinya, letakkanlah kenangan sebagai kenangan, dan kenyataan masa kini sebagai kenyataan.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: