Iklan
Normantis Update

Eksistensi Komunitas “LIKE” – Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Eksistensi Komunitas "Like" - Norman Adi Satria

EKSISTENSI KOMUNITAS “LIKE”
Oleh: Norman Adi Satria

Dari sekian banyak komunitas yang ada di Situs Media Sosial, salah satu yang paling unik adalah Komunitas “LIKE”. Seperti namanya, setiap anggota yang tergabung dalam komunitas ini berkomitmen untuk saling memberi “LIKE” pada status atau apapun yang diunggah ke Situs Media Sosial, khususnya Facebook.

Aneh? Tidak juga. Komunitas ini lahir karena “kebutuhan manusiawi”, khususnya pada remaja. Remaja butuh apresiasi lebih, atau butuh eksistensi tepatnya. Tentu mendapat “LIKE” dalam jumlah banyak seolah akan menaikkan pamor. Beberapa orang senang untuk dikenal, menjadi terkenal.

Hingga banyak kita jumpai, beberapa teman kita di Facebook (yang menjadi anggota komunitas ini) akan mendapat, misalnya 234 LIKE di statusnya yang hanya tertuis : “AKU LAPAR NIH.” Logika sederhananya, apa sih yang spesial dari status yang menerangkan bahwa dia lapar? Entahlah, tanya saja kepada yang memberi “LIKE”. Pada intinya, tidak peduli status itu mengispirasi, lucu, menyentuh hati, dan benar-benar disukai atau tidak, yang terpenting adalah kebersamaan dalam memberi LIKE.

Saya bayangkan, akan terjadi problema besar ketika seorang remaja anggota komunitas tersebut sedang stress berat di tahun baru dan menulis status: “Gue udah ga tahan lagi dengan kehidupan gue yang berat. Ga ada lagi orang yang peduli, ga ada lagi orang yang bisa ngerti masalah gue. Semua orang menyalahkan gue, gue yang paling bersalah dalam segala hal! Gue udah bosan hidup! Gue mau bunuh diri! Status ini serius! Gue mau bunuh diri beneran! Yang setuju gue bunuh diri, tolong kasih LIKE! Selamat tinggal semua…” Setelah menunggu dalam hitungan menit saja, ada 579 orang yang memberi LIKE. Anak itu bunuh diri sungguhan.

Saya tidak akan menyimpulkan apa-apa dalam tulisan saya yang satu ini. Saya tidak bilang komunitas semacam itu buruk ataupun baik. Yang pasti, komunitas itu benar-benar ada, dan saya benar-benar cercengang olehnya, dan akhirnya terciptalah tulisan ini.

Yang tidak suka tulisan ini jangan beri LIKE ya… Karena LIKE artinya SUKA.

Bekasi, 31 Desember 2012
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.244 pengikut lainnya

2 Comments on Eksistensi Komunitas “LIKE” – Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Dari sekian banyak komunitas yang ada di Situs Media Sosial, salah satu yang paling unik adalah Komunitas “LIKE”. Seperti namanya, setiap anggota yang tergabung dalam komunitas ini berkomitmen untuk saling memberi “LIKE” pada status atau apapun yang diunggah ke Situs Media Sosial, khususnya Facebook.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: