Iklan
Normantis Update

Dramatisasi Kandang Domba (Drama kelahiran Yesus Kristus) – Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

DRAMATISASI KANDANG DOMBA
Karya : Norman Adi Satria

Di kandang itu kotoran domba belum sempat dibersihkan.
Ketika Maria dan Yusuf singgah
kotoran-kotoran telah kering
ada pula yang sudah tinggal setengah bulatan
lenyap dimakan kumbang.

“Yusuf, dia menendang lagi..”
keluh Maria memegangi perutnya yang buncit.

“Duduklah di jerami,
aku akan siapkan tempat berbaring untuk anak kita.”
jawab Yusuf yang kebetulan menemukan palungan.

“Kau akan baringkan anak kita
di tempat makanan domba itu???”
tanya Maria sembari meluruskan kaki.

“Hanya ini yang tak ada kotorannya, Maria.”
ucap Yusuf sambil melapisi palungan itu dengan kain.

“Aaahh, dia sudah hampir keluar..!
Kepalanya terus menggerus lubang lahirnya..”
Maria meronta menahan sakit.

“Tenang, Maria..
Tarik napas perlahan..
Lalu buang melalui mulut..”
ujar Yusuf yang bergegas menyangga punggung istrinya.

“Kau ini…! Bukankah lebih baik jika kau
mencari seorang bidan untuk membantuku, Yusuuufff..???”
gerutu Maria, ketus.

“Ini tengah malam, Maria…
Tenanglah, di sini ada aku..”
ucap Yusuf mencoba menenangkan.

“Oh, Tuhanku..
Oh, demi Daud leluhurku..
Aku akan bersalin dibantu seorang tukang bangunan?”
gerutu Maria lagi.

“Hei, meski aku tukang bangunan,
tapi aku pernah membantu persalinan.
Ya, persalinan orang yang kubuatkan rumah..”
jawab Yusuf.

Maria terus mengerang kesakitan.
Yusuf menyerahkan kedua tangannya
untuk diremas sebagai korban pelampiasan.

“Oooo, meski aku ada di lembah kekelaman,
aku tak takut bahaya. Sebab Engkau besertaku..”
senandung Yusuf sambil menahan remasan tangan Maria.

Beberapa saat kemudian
sesosok bayi terlahir di pangkuan Yusuf.
Yusuf mengambil belati untuk memotong tali pusatnya
melepaskan jubah untuk membersihkan darah
di sekujur tubuhnya
kemudian menaruhnya di dada Maria
yang terkulai kelelahan.

“Anakku…”
Maria menatap bocah itu dalam gelap
air matanya seketika menetes.
Si bocah merengek mencari susu
Maria menyodorkan payudara kanannya.

Yusuf mengambil kain lampin untuk membungkusnya
lalu mengambil dua buah pelita untuk menghangatkan.

“Kau lihat, Maria. Wajahnya seperti wajahku..”
kata Yusuf.
“Ya, Tuhan sungguh baik..
Membuatnya mirip kau, Yusuf..
Kelak tak ada yang tahu ini bukan anakmu..”
ucap Maria dalam haru.

Yusuf mengambil anak itu
mengangkatnya tinggi-tinggi.
“Kau, akan kami beri nama
seperti yang dikatakan Malaikat, yakni Yesus.
Kau akan aku ajari cara membangun..”
ucap Yusuf.

“Yusuf, Malaikat bilang
dia lahir untuk jadi Juru Selamat,
bukan juru bangunan!”
gerutu Maria, mengingatkan.

“Kalau begitu aku akan ajarkan
ilmu untuk membangun diri,
yaitu membaca Taurat..”
jawab Yusuf, tersenyum.

Beberapa langkah gembala terdengar mendekat.
Dalam napas tersengal mereka saling berbisik:
“Itu, bocah yang dikabarkan Malaikat
ketika kita tidur di padang rumput..”

Dari kejauhan pun terdengar
langkah kaki tiga ekor unta.
Tiga orang berjubah datang membawa persembahan:
mas,kemenyan,dan mur
untuk bocah yang  mereka sebut:
Bintang dari Timur.

Bekasi, 24 Desember 2012
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.244 pengikut lainnya

3 Comments on Dramatisasi Kandang Domba (Drama kelahiran Yesus Kristus) – Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Si Cantik and commented:

    Di kandang itu kotoran domba belum sempat dibersihkan.
    Ketika Maria dan Yusuf singgah
    kotoran-kotoran telah kering
    ada pula yang sudah tinggal setengah bulatan
    lenyap dimakan kumbang.

    Suka

  2. Reblogged this on Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau and commented:

    “Yusuf, Malaikat bilang
    dia lahir untuk jadi Juru Selamat,
    bukan juru bangunan!”
    gerutu Maria, mengingatkan.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: