Normantis Update

Perang Cinta – Puisi Norman Adi Satria

PERANG CINTA
Karya: Norman Adi Satria

Sekawanan cinta mengepungmu
Kau bagai sebutir jagung
yang terlajur terlihat tekukur lapar

Lalu cinta menantang para cinta
meniru perang fenomenal Pulau Dewata: Puputan
perang hingga titik darah penghabisan
demi meraihmu

Aku menghisap lisong di balik bebatuan
melihat satu per satu cinta gugur
hanya tertinggal satu
itupun dalam sakratul
Hembusan terakhir lisongku mengiring hembusan napas terakhirnya

Para cinta mati sia-sia
Aku mengubur mereka dengan adat cinta
yang bertari cemburu buta

Lalu kubertanya padamu:
pada siapa kau akan menyerahkan diri?
Kau jawab: pada perut bumi

Kuambil kau dan kutanam di pekarangan
Beberapa waktu kemudian kau tumbuh jadi sebatang pohon jagung
berisi sejuta kau
yang mengisi perut lapar para cinta yang sabar

Bekasi, 15 November 2012
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

4 Comments on Perang Cinta – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: