Normantis Update

Selembar Kehidupan Si Tua – Puisi Norman Adi Satria

SELEMBAR KEHIDUPAN SI TUA
Karya: Norman Adi Satria

Kemarin aku melihat seorang lelaki tua
menarik gerobak tanpa roda
Dia memungut puntung rokok
yang telah diinjak orang lalu menghisapnya

Pagi tadi aku melihatnya mandi
di tempat pembuangan sampah
Dan membasuh tubuhnya
Dengan selembar daun kenanga

Dia memakan mi dari tong sampah
Yang tercampur liur anjing
Sorot matanya tak menandakan apapun
Kecuali luka yang menggores di hatinya 12 tahun lalu
Ketika masih ada senyum di bibir Sang Pembunuh anak kandungnya
Kekejian

Lekuk tubuhnya menggambarkan liku jalan yang pernah dilaluinya
Terjal dan berliku tajam

Gemerincing dawai gitar penyanyi jalanan tak dihiraukannya
Karena masih ada yang lebih sendu dari nyanyian mereka:
Masa lalu

Meski kini bagiku kehidupannya pun begitu menyedihkan
Baginya kehilangan darah daging lebih memilukan
Daripada tiap hari berebut nasi
Dengan kucing-kucing liar
Penghuni tong sampah

Aku ingin mengajaknya memandang kehidupan Jakarta dari sudut berbeda
Namun katanya dia adalah manusia yang telah tersudut

Sebuah lingkaran kehidupan
Berubah bujur sangkar berantakan
Sebuah segitiga emas
Berubah roda harap-harap cemas
Kuharap Si Tua tak mati naas
Haruskah aku menunggu tua untuk mengertinya?

Cikarang, 1 Desember 2009
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

2 Comments on Selembar Kehidupan Si Tua – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on standupuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: