Normantis Update

Sajak Pingin Ganti Kelamin (Mas Ndang pingin jadi Mbak Endang)

Karya: Norman Adi Satria

SAJAK PINGIN GANTI KELAMIN
Karya: Norman Adi Satria

Mas ‘Ndang bertutur sambil menangis
air matanya menetes
lalu diusapnya dengan jemari
namun tetap saja jatuh ke lantai

Mas ‘Ndang merasa jenuh
jenuh dengan kelaminnya
Katanya, penis tidak cocok dengan hatinya
dua bola baginya hanya bandul saja

Selama lima belas tahun dia menabung
Celengannya penuh dengan uang ribuan
ditaksir kira-kira ada 50 jutaan
Dia ingin memangkas habis burungnya
dan ganti kelamin perempuan

Saya bilang:
“kalau ganti, nanti jadi imitasi.”
Dia menertawai saya:
“ini jaman modern
dokter sudah jualan kelamin sungguhan
yang second lebih murah katanya.”

Saya tertawa geli:
“seperti handphone saja kelamin itu
ada yang second segala.
Coba tanya, sudah berapa kali dipakai kencing?”

Dia merenung sejenak
kemudian menjawab:
“toh esok saya pakai untuk kencing juga.

Kata saya:
“aih, kenapa untuk kencing saja harus ganti kelamin?”
Dia mengingatkan saya lagi soal masalah hati

Saya iseng-iseng bertanya:
“apakah nanti mau ganti nama juga?”
Dia jawab:
“iya, nama asli saya tinggal diberi huruf ‘E’ saja di depan,
dari Ndang jadi Endang.”

Lalu saya tanya tentang status kelaminya di KTP
Dia jawab ganti perempuan
Saya tertawa:
“KTP toh cuma kertas.
meski sah dalam hukum negara
tapi tidak bisa sah dalam hukum kodrati.”

Dia cemberut
Dia tanya apa statusnya nanti dalam hukum kodrati
Saya jawab: tetap laki-laki
atau maksimal banci.

Dia menangis lagi
terus mengingatkan soal gejolak hati

Saya bilang:
“yang perlu diganti itu bukan kelamin
tapi hati.”

Lalu dia bertanya:
“apakah bisa ganti hati?
berapa biayanya?
50 juta cukup ndak?”

Saya bilang bisa dan gratis pula
Dia menganggap saya bercanda
Saya tegaskan bisa
Caranya hanya berdoa
Lalu dia menangis sejadi-jadinya
Dia lupa pada Tuhannya

Bekasi, 31 Mei 2012
Norman Adi Satria 


APOLOGIA : Sajak ini sama sekali tidak bertujuan untuk menyudutkan kaum transgender. Saya sama sekali tidak merasa berhak untuk menghakimi atau mengolok-olok siapapun yang ingin atau sudah ganti kelamin/ menjalani operasi transgender (dengan alasan apapun). Sajak ini terinspirasi dari pengalaman hidup seorang Narasumber yang saya wawancarai (sebut saja Mas Ndang).  Dahulu Mas Ndang sangat ingin ganti kelamin lantaran merasa jatidirinya yang perempuan terjebak dalam tubuh lelaki. Namun ia membatalkan niatnya untuk melakukan operasi transgender usai terlibat percakapan dengan seorang pemuka agama. Tokoh pemuka agama tersebut tergambarkan dalam tokoh “saya” dalam Sajak Pingin Ganti Kelamin ini.  Dan dialog yang ada, kurang lebih sama dengan yang Mas Ndang kisahkan kepada saya. Lantas apa tujuan saya menuliskan ulang pengalaman Mas Ndang ini? Bukan saya yang memiliki tujuan, namun Mas Ndang. Dia ingin kisahnya diabadikan dalam puisi. Perkara sajak ini akan dapat menginspirasi atau tidak, saya serahkan seutuhnya kepada pembaca. Terima kasih. 

 

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

4 Comments on Sajak Pingin Ganti Kelamin (Mas Ndang pingin jadi Mbak Endang)

  1. Reblogged this on standupuisi.

    Like

  2. Reblogged this on nontonpuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: