Normantis Update

Puisi Aku dan Anakku (Kau lelaki, boleh menangis tapi jangan cengeng)

Karya: Norman Adi Satria

Puisi Aku dan Anakku - Norman Adi Satria

PUISI AKU DAN ANAKKU
Karya: Norman Adi Satria

Nak, tahukah kau
Aku menanti berbulan-bulan kau menyebut kata pertamamu
Dan ketika kau ucap Papa
Aku berair mataNak, taukah kau
Ketika kau terjatuh
Aku yang terluka

Nak,
Kau yang menjadikanku fotografer dadakan
Karena senang dan sedihmu ingin kuabadikan
Dan ingin kutunjukan ke semua orang bahwa kau anakku

Nak,
Ketika kau tanya apa warna melati tiga puluh kali
Aku menjawab putih tiga puluh satu kali
Karena kutau kau akan bertanya lagi

Nak,
Kadang aku marah
Marah yang tak lain karena kau menjadi sama sepertiku dulu
Dan aku mengucapkan hal yang sama dengan kakekmu kepadaku

Kau lelaki, boleh menangis tapi jangan cengeng

Bekasi, 20 Agustus 2012
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

3 Comments on Puisi Aku dan Anakku (Kau lelaki, boleh menangis tapi jangan cengeng)

  1. Reblogged this on nontonpuisi.

    Like

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: