Gelandangan di Negeri Alasan


Sumber gambar: HarianJogja

Sumber gambar: HarianJogja

Ayah dan Anak tidur di emperan,
beralas koran.
Kokok ayam jantan
tak mampu membangunkan,
namun hanya klakson kendaraan.
Anak terbangun duluan.

Dilihatnya ini pagi
sama dengan pagi
saat dia masih bayi:
jalanan itu juga,
bapaknya itu juga,
ibunya entah kemana,
pergi karena Ayah tak punya apa-apa.

Dia membaca alas tidur koran
yang bertajuk headline:
“Subsidi BBM akan diminimalkan
demi rakyat, menuju kesejahteraan.”

“Pak, bangun! Kita punya harapan untuk tidak kere lagi!”
Ayah membuka mata perlahan,
memandang anak kecilnya yang tak pernah sarapan,
“Ah, kamu baca di koran khan?
Tentang harga BBM akan dinaikkan?
Bilang untuk kesejahteraan?
Ah, alasan!”

Ayah bangkit berdiri,
membuang koran itu ke kandang babi.

(Bekasi, 17 Juni 2013)
Norman Adi Satria

Sajak Kaleng Kerupuk


keleng kerupuk

dia menangis lagi
ini kesembilan kalinya
dan berulang ketika kami makan
di warung tegal

aku menebak
mungkin dia rindu
pada masakan ibu
atau pada bahasanya
logat bicaranya
medok bersahaja

mendoan yang kering dimasak tiga kali
kriuk menutupi isak tangisnya
“kau kenapa?”
“tidak”
“tidak apa?”
“aku hanya rindu”
“pada ibu, kampung halamanmu?”
“pada sebuah nama”
“siapa?”
“yang tertulis di kaleng kerupuk itu”

aku mengerti
nama itu sama dengan yang tertulis
di puisinya tahun lalu,
mantan kekasihnya
yang pergi entah kemana

“jangan hentikan aku menangis,
aku suka tangis ini,
yang demi untuknya.”

(bekasi, 20 april 2013)
norman adi satria

Api Setelah Padam


padam

Aku tengah mencari tahu
kemana perginya api
setelah ia padam

Warga Tambora tiada yang tahu,
apalagi peniup lilin
yang sedang berulangtahun itu,
mereka hanya tahu kemana kue setelah dipotong,
dari mulut ke perut ke pantat.

(Bekasi, 1 Maret 2013)
Norman Adi Satria

Bendera Plastik


bp

Merah putih plastik
Seratus perak dua biji
Digantung 17 Agustus
Akhir bulan tinggal putihnya saja
Merahnya entah kemana
Mungkin terbang dibawa garuda
Yang tak lagi betah di sarangnya sendiri

 

(Bekasi, 29 Agustus 2012)

Norman Adi Satria