Terima dan Kasih: nasihat orangtua paling greget

terima dan kasih

terima dan kasih

TERIMA DAN KASIH

Nak,
jangan diterima bila tak dikasih
jangan tak terima bila tak dikasih ataupun dikasihi
kasihlah pada yang seharusnya menerima
kasihlah meski dia tak berterima kasih
jangan tak terima bila tak dikasih terima kasih
terima kasihlah meski kau tak mau menerima
terima kasihlah meski kau tak diterima
terimalah meski dia tak punya kasih
kasihilah meski kau tak akan diterima

(Bekasi, 23 Februari 2015)
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Atasan dan Bawahan: kamu siap jadi yang mana?

atasan dan bawahan

atasan dan bawahan

ATASAN DAN BAWAHAN

Ada sebagian dari kita
yang tidak siap menjadi bawahan:
disuruh-suruh
dikejar-kejar deadline
dimaki-maki atasan
dijadikan bahan omelan.

Ada pula sebagian dari kita
yang tidak siap menjadi atasan:
disepelekan
dibantah habis-habisan
dijadikan bahan pergunjingan
oleh bawahan yang tidak siap jadi bawahan tadi.
Belum lagi, atasan yang layak disebut pemimpin
adalah yang bijak dan melayani.

(Bekasi, 1 April 2015)
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Sederhana 2: ketika puisi meminta penyairnya untuk menjadikannya seperti apa

sederhana 2

sederhana 2

SEDERHANA 2

Suatu kali puisi saya
berkata kepada saya,
“Saya ingin saya kian sederhana.”

Lebih sepuluh tahun terlewati
saya tak tahu pasti
apakah yang paling sederhana ini
masih puisi.

Bekasi, 28 Februari 2015
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Selingkuh: berawal dari nyam-nyam akhirnya jadi man-man, nyaman!

selingkuh (2)

selingkuh (2)

SELINGKUH

Kau tersesat di dalam curhat
Diajaknya berkisah sembari nyam-nyam
akhirnya jadi man-man:
nyaman

Pertama kali kau berkisah
tentang pertentangan dengan
suamimu yang hidupnya
jauh dari gambaran sebuah angan
di permulaan pernikahan

Dia juga berkisah padamu
tentang pernikahannya
yang tak dilandasi cinta
hingga tak beroleh bahagia

Kalian saling mengasihani
berempati
memberi simpati
lama-lama pakai hati
lupa diri
ketagihan yang geli-geli
meski kadang juga nyeri

Kini kau termangu di depan cermin
meresapi malam-malam yang dingin
tak berani mewujudnyatakan ingin
merasa tak lagi layak mengucap amin

Kau dirundung penyesalan
bahkan jauh sebelum ketahuan
Dan selingkuhanmu masih saja meyakinkan
supaya suamimu kau tinggalkan

Hawa, jangan makan buah itu!
Itu lebih haram dari asu!
Kembalilah kepada yang rindu
yang mengetahui perselingkuhanmu
namun pura-pura tak tahu:
suamimu.

Bekasi, 2 Januari 2015
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Daging: bikin orang alim rela korupsi

daging

daging

Sayur mayur pada akhirnya akan menjadi daging
usai pencernaanmu sibuk menggiling.

Daging kenyal di pipimu yang chubby
daging gempal di pinggulmu yang yummy
daging sintal di dadamu yang sexy,
bikin orang alim rela korupsi.

Oh, sapi…
Ada salam dari babi.

Bekasi, 24 Agustus 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Bayangan: setiap bayang-bayang merindukan cahaya

bayangan

siang tadi
aku melihat bayanganmu dan bayanganku
berboncengan di atas bayangan vespa
terburu untuk menepi
menghindari bayangan hujan
mereka berteduh di bawah bayangan pohon
di sampingku

seperti yang kukira
mereka tak lagi mengenali aku
mungkin memang sudah terlalu lama
jarak waktu yang telah berlalu
semenjak kita memutuskan untuk berpisah
namun bayangan kita berontak ingin bersatu

bayangan kita nampak begitu mesranya
saling menghapus bayangan hujan di pipi mereka
sebelum akhirnya lenyap
ketika langit kian gelap

setiap bayang-bayang merindukan cahaya
agar mereka tetap ada
dan setiap mereka ada
aku merindukanmu

2008
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Di Suatu Magrib: dimana segala yang romantis bermula


di suatu magrib 2

segala yang romantis bermula
di suatu magrib
karena di sanalah senja berada
dimana langit menjadi paling genit
seolah gadis yang siap tuk berpesta
alisnya lengkungan sabit
pipinya merona kejora
matanya sayu mentari terbenam
dan rambutnya kerlip gemintang

segala yang romantis bermula
di suatu magrib
dimana bocah-bocah saling janji
esok akan bermain lagi
kelereng, layang-layang, karambol,
atau lompat tali dan monopoli
sebelum ibundanya datang membawa centong kuali
“ayo pulang nang, sudah magrib ini!”

segala yang romantis bermula
di suatu magrib
dimana seorang gadis manis berkerudung putih
membawa sajadah dan mukena
melintasi rumah jejaka yang tengah mencuci motornya
dan mulai saling mengenal ketika
sang gadis berkata: permisi, A
dan sang jejaka menjawab: mangga

segala yang romantis bermula
di suatu magrib
dimana nyanyian jangkrik
menemani bocah-bocah belajar matematik
dan jejaka mulai merayu kamu cantik

Bekasi, 27 Juli 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini