Gosip Rakyat: anak Bi Minah laku dijual, anak Bu Tukiyem kena kutukan pilek!

gosip rakyat

gosip rakyat

GOSIP RAKYAT

Sudahkah terdengar di telingamu wahai para pejabat:
Sapinya Pak Kodir kemarin beranak dua
namun mati semua beberapa jam usai
merumput dan meminum air sungai
yang tercemari limbah obat nyamuk.

Sawahnya Pak Darmo terserang hama wereng
sampai ludes gagal panen,
anaknya batal jadi penganten.

Perahunya Pak Sodikin sudah dua bulan ngejogrok merindukan samudra.
Sayangnya solar langka, bila ada harganya mahal pula.
Tuh istrinya sampai bertanya:
Pak, apa sebaiknya saya melacur saja?

Bayinya Bi Minah sudah laku dijual dua juta
kabarnya mau dibedel di luar negeri
jeroannya dijadikan kosmetik
yang biasanya dibeli istri dan anak gadismu
dengan harga yang fantastik.
Ayo Sis, diorder lagi. Asyik!

Anaknya Bu Tukiyem hidungnya sentlap-sentlup melulu
pilek berkepanjangan, sampai malu di sekolahan.
Orang puskesmas malah bilang itu kutukan
saking tidak bisanya disembuhkan.

Wahai para pejabat,
mari kita bergosip soal rakyat!
Jangan melulu soal perebutan kekuasaan
dan soal proyek-proyek yang menguntungkan.
Cobalah jadikan rakyat sebagai topik utama pembicaraan
jangan cuma jadi wacana ketika menjelang ajang pemilihan.

Bekasi, 27 Januari 2015
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Boneka: antara pinokio, jelangkung, chuky, dan boneka remote control

boneka

boneka

BONEKA

Sudah kubilang jauh-jauh hari :
dia hanya sebuah boneka kayu!
Waktu itu kitalah yang merangkai tubuhnya
mengukir citra parasnya
memasangkan mahkota di kepalanya
dengan penuh harapan dan cinta
kemudian mengikat kaki tangannya
dengan tali kendali
untuk kita kendalikan
bukan untuk kita sembah bak berhala
bukan pula untuk kita bacakan mantra:
kung jelangkung jelang set
datang tak dijemput
pulang tak diantar!

Kini kita kebingungan
boneka kita yang bersahaja
berubah jadi menyeramkan
kemudian kita bertanya-tanya:
apakah dia kerasukan?
benarkah dia sudah jadi boneka kutukan
seperti chucky yang kerasukan setan?

Hei, kenapa harus selalu berpikir mistis?
Bisa jadi ini politis!
Lihat lagi, lihat lagi!
Tali-tali kendali itu sudah lenyap!
Bukan! Bukan!
Dia tak bergerak sendiri!
Nah, lihat di balik rambutnya ada antena!
Hei, siapa yang pegang remot kontrolnya???

Bekasi, 24 Januari 2015
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Ndulang: menyuapi bayi dengan puisi basi

ndulang

ndulang

NDULANG

A lagi, Nak..
Ayo habiskan maknanya..
Kalo nggak habis,
nanti penyairnya nangis..
A..aa.. aemm…
Pintar..
Enak kan puisinya?
Lho..lho..lho..
Duh, kekenyangan ya?
Jadi muntah deh..
Minum dulu, minum dulu..

Sayaaang!
Ini puisi kayaknya udah basi deh!
Nih cium, baunya kecut begini!

Lagian Mama asal ambil puisi sih!
Itu kan puisi tentang petinggi negeri!
Ya emang cuma basa basi..

Bekasi, 27 September 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Met Bobo Anggota DPR: jangan lupa pipis dulu

met bobo anggota dpr

met bobo anggota dpr

Met bobo yah anggota DPR…
Moga mimpi indah…
Udah pipis?
Nanti ngompol loh…
Udah berdoa?
Nanti banyak dosa loh…

Pipis gih, bersih-bersih…
Terus berdoa…
Eh, ga usah berdoa deh…
Nanti malah ga bisa bobo…

Tenang, ada kami rakyat miskin
yang tak pernah berhenti berdoa
sambil bercucuran airmata
supaya bobomu nyenyak…
Nanti kalau kamu ga bobo
lagi-lagi ketiduran di sidang…
Kan gawat…
bisa-bisa selamanya kami
makan di warteg saja ngutang…

bobo yah…
dadah…

Bekasi, 26 September 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Orderan Orde: kau suka orde yang mana, berani berapa?

Orderan Orde

Orderan Orde

Para anggota dewan yang terhormat
sedang sibuk-sibuknya
mengurusi Orderan Orde.
Agak kelabakan juga memenuhi ingin
pelanggan setia yang banyak duitnya
karena pasti banyak maunya.

Ada yang suka orde lama bercita rasa baru,
ada yang suka orde baru berperisa lama,
ada yang lebih selera pada reformasi
dengan toping keju tanpa isi,
ada pula yang setia pada rasa original
the smiling general,
atau orde apapun itu asal
bisnis mereka tak terjagal.

Lebih mudah sebenarnya
jika memenuhi keinginan jelata
karena mereka yang beratus juta jiwa
hanya punya satu ingin, yaitu:
kedaulatan rakyat berdasarkan pancasila.

Namun pancasila bukanlah sebuah orde.
Pancasila sejatinya juga bukan sebuah orderan.
Karena tanpa perlu diorder pun
pancasila seharusnya dihadirkan
dalam urusan negara dan kebangsaan
di setiap lini zaman.

Tapi ya mau bagaimana lagi
toh pada orderanlah mereka akan kembali.
Kamu suka orde apa?
Kalau mau order berani bayar berapa?
Pajak yang kita bayar di setiap masa
anggaplah sekedar sedekah
atau buang sial saja.

Bekasi, 27 September 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Sidang Serigala: kebebasan akan membuat domba menjadi liar!

sidang serigala

sidang serigala

di ruang sidang
para serigala lapar
berdebat hebat
perihal hak dan kewajiban
sekawanan domba

“domba berhak untuk mencari makanannya sendiri,
biarkan mereka lepas di padang
hitung-hitung sembari olahraga
biar otot mereka lebih kenyal!”
kata serigala pertama.

“tidak! kebebasan akan membuat mereka liar!
kalian tentu tahu domba liar lebih berbahaya
karena mereka bisa sadar apa fungsi dari tanduknya!”
kata serigala kedua.

“benar, domba liar akan belajar banyak soal pemberontakan!
kurung saja mereka,
bungkam segala jalur informasi
biarkan mereka jadi dungu!
toh soal kenyal tak kenyalnya daging mereka
tak terlalu jadi soal,
yang penting kita kenyang.”
kata domba ketiga.

perdebatan mereka tak kunjung usai,
sementara domba-domba dalam kurungan
mulai mengerti harus berbuat apa dengan tanduknya
sebagian mendobrak kandang
kemudian berlari tunggang langgang
sebagian lagi mengatur siasat untuk menyerang.

Bekasi, 28 September 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini 


Sukanya Maksa: kuda kau suruh jadi tikus?

sukanya maksa

sukanya maksa

“Iiihhh, kamu sukanya maksa deh!”
kata pipi tembemmu yang kamu paksa tirus
kata rambut keritingmu yang kamu paksa lurus
kata tubuh tambunmu yang kamu paksa kurus
kata kacamata plusmu yang kamu paksa minus
kata penari baletmu yang kamu paksa debus
kata saksi bayaranmu yang kamu paksa tulus padahal ketus
kata kemenanganmu yang kamu paksa harus
kata lawanmu yang kamu paksa mampus
kata kudamu yang kamu paksa jadi tikus
“Iiiihhh, jangan-jangan kamu rakus!”

Bekasi, 23 Agustus 2014
Puisi-Puisi Normantis
Norman Adi Satria


 Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratis disini